jpnn.com, TANGERANG - Kementerian Haji dan Umrah mengungkap bahwa jumlah peserta yang telah mendaftar sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencapai 75 ribu orang hingga hari ini. Sementara kuota yang akan diterima tahun ini kurang dari 1.000 orang.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Tangerang, Banten Rabu, mengatakan, tingginya animo pendaftar karena pihaknya menerapkan sejumlah perubahan dalam proses rekrutmen petugas haji tahun ini.
Salah satu perubahan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga peserta seleksi tidak lagi harus datang ke Jakarta untuk mengikuti tes.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuat proses rekrutmen lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.
“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN,” ujar Dahnil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di asrama haji Banten di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu.
Dahnil mengungkapkan dari 75 ribu orang yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi petugas haji nantinya akan disaring melalui tahapan seleksi, termasuk Computer Assisted Test (CAT).
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti seleksi akan menjalani tes CAT. Setelah proses tersebut selesai, hasil seleksi akan diumumkan oleh pihak terkait.
“Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya,” ujar Dahnil.









































