Libatkan 123 Sejarawan, Kementerian Kebudayaan Ingin Ubah Cara Memandang Nusantara

2 hours ago 17

Libatkan 123 Sejarawan, Kementerian Kebudayaan Ingin Ubah Cara Memandang Nusantara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Libatkan 123 sejarawan, Buku Sejarah Indonesia mengubah cara pandang terhadap masa lalu nusantara. Foto dok. Kemenbud

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah menerbitkan lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.

Penerbitan tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam penulisan sejarah nasional dengan menempatkan Nusantara bukan sekadar sebagai wilayah jajahan, tetapi sebagai aktor penting dalam jejaring peradaban dunia.

Lima jilid awal buku tersebut memotret perjalanan bangsa sejak era praaksara, perkembangan jaringan perdagangan maritim, hingga dinamika sosial-politik abad ke-19.

Pendekatan Indonesia-sentris digunakan untuk mengurangi dominasi perspektif kolonial yang selama ini cenderung menempatkan masyarakat lokal sebagai objek atau korban pasif dalam perjalanan sejarah.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan pemutakhiran buku sejarah itu diharapkan dapat membuka perspektif baru masyarakat dalam memahami posisi dan peran geopolitik Nusantara pada masa lalu.

“Melalui lima jilid awal ini, kami ingin menunjukkan bahwa Nusantara sejak dahulu sudah menjadi pusat interaksi global. Kita bukan sekadar penonton atau wilayah yang pasif menerima kedatangan bangsa asing, melainkan aktor aktif yang memiliki daya tawar tinggi dalam perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya dunia,” ujar Restu, Rabu (2/9).

Menurut Restu, rekonstruksi narasi sejarah tersebut juga penting untuk membangun kepercayaan diri bangsa dalam menghadapi dinamika global saat ini.

Ia menilai sejarah tidak semestinya hanya diwariskan sebagai narasi mengenai kekalahan maupun penderitaan akibat penjajahan.

Libatkan 123 sejarawan, Buku Sejarah Indonesia mengubah cara pandang terhadap masa lalu nusantara

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |