Rupiah Ambrol, Nyaris Rp 17 Ribu Per USD, Ini Penyebabnya

2 hours ago 23

Rupiah Ambrol, Nyaris Rp 17 Ribu Per USD, Ini Penyebabnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pelemahan kurs rupiah tertahan revisi atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Ilustrasi). Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pelemahan kurs rupiah tertahan revisi atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa, bergerak melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.956 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.955 per USD.

"IMF (International Monetary Fund) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 akan bertengger di level 5,1 persen, sedikit lebih tinggi dari estimasi 2025 yang tumbuh lima persen. Proyeksi terbaru ini juga merevisi ke atas ramalan sebelumnya di Oktober 2025. Proyeksi untuk 2026 lebih tinggi 0,2 persen dan untuk 2027 lebih tinggi 0,1 persen," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, revisi ke atas ini beriringan dengan laju pertumbuhan ekonomi global untuk 2026 yang naik prospek pertumbuhan menjadi 3,3 persen, dari sebelumnya hanya 3,1 persen Oktober 2025.

Dia menyampaikan IMF tak mengulas prospek terbarunya itu untuk ekonomi Indonesia. Namun, secara global ketahanan pertumbuhan ekonomi lebih disebabkan gencarnya stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif pada tahun ini, sehingga mengompensasi risiko tekanan akibat konflik geopolitik dan pelemahan aktivitas perdagangan global.

Melihat sentimen luar negeri, ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana Paman Sam menganeksasi Greenland masih membayang-bayangi pelemahan kurs rupiah. Ancaman tersebut berpotensi meningkat jadi 25 persen pada 1 Juni apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait Greenland.

"UE (Uni Eropa) dilaporkan sedang mempersiapkan tarif balasan hingga 93 miliar euro untuk barang-barang AS dan juga mempertimbangkan untuk membatasi akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa. Sementara itu, anggota parlemen Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membekukan ratifikasi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen musim panas lalu," kata Ibrahim.

Perihal prospek penurunan suku bunga The Fed, sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve akan menghentikan pelonggaran moneter pada pertemuannya akhir bulan ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.

Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pelemahan kurs rupiah tertahan revisi atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |