jpnn.com - Transparency International Indonesia (TII) merasa penggunaan uang pribadi Prabowo Subianto untuk membayar kelebihan dinas luar negeri (LN) sebagai tanda adanya masalah dalam perencanaan anggaran lawatan Presiden RI ke negara asing.
Hal demikian seperti disampaikan Peneliti TII Agus Sarwono ketika menanggapi klaim Seskab Teddy Indra Wijaya soal Prabowo membayar kelebihan biaya dinas LN.
Menurut Agus, klaim bayar kelebihan biaya sebagai tanda terjadi masalah dari sisi perencanaan dinas LN.
"Penggunaan dana pribadi untuk menutupi pembengkakan biaya dinas sebenarnya menunjukkan adanya masalah mendasar dalam perencanaan anggaran atau kontrol perjalanan itu sendiri," kata dia kepada awak media seperti dikutip Rabu (3/6).
Dia menerangkan bahwa APBN adalah produk undang-undang yang mengikat, sehingga ada batasan penggunaan anggaran oleh eksekutif.
Menurut Agus, ketika anggaran dinas LN sampai jebol seperti mengikuti narasi Teddy, solusinya ialah merasionalisasi agenda, memotong jumlah rombongan, atau membatasi kunjungan luar negeri.
"Bukan justru melazimkan pemborosan dengan menutupinya menggunakan dompet pribadi," katanya.
Agus juga menekankan soal Prabowo membayar kelebihan biaya dinas LN bukan bentuk kedermawanan seorang pemimpin.







































