jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah signifikan pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (3/6).
Mata uang garuda tersebut berakhir terkoreksi sebanyak 127 poin ke level Rp 17.966 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan ini terjadi di tengah intensnya perhatian investor terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.
Eskalasi militer yang terus meningkat di kawasan tersebut menjadi beban berat bagi pergerakan nilai tukar rupiah.
Saat ini, Israel terus mempertahankan operasi militer di Lebanon selatan, sementara Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke wilayah Kuwait dan Bahrain.
Ketegangan makin memuncak setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan di Pulau Qeshm, Iran, sebagaimana dilaporkan Komando Pusat AS melalui unggahan di media sosial X.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pelaku pasar karena Pulau Qeshm terletak di dekat Selat Hormuz.
Jalur air tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia, sehingga konflik di area tersebut mengancam stabilitas pasokan energi global.







































