jpnn.com - BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membongkar area Plaza Gedung Sate untuk proses revitalisasi atau penataan ulang.
Area depan Gedung Sate yang biasanya dibuka untuk umum, kini ditutup dengan pembatas berwarna putih. Tidak hanya itu, pembatas juga dipasang di Lapangan Gasibu atau tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Tampak aktivitas keluar-masuk truk proyek dari Gedung Sate. Sementara satpam Gedung Sate masih bertugas, mengarahkan pengunjung yang hendak masuk ke dalam.
Proyek revitalisasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu menjadi sorotan publik karena dilakukan saat pemerintah sedang gencar-gencarnya efisiensi anggaran. Terlebih, penataan ulang kawasan Gedung Sate ini memakan anggaran Rp15 miliar lebih.
Salah seorang masyarakat, Eva Fahas (41 tahun) mengatakan, sebagai pengguna fasilitas trek lari di Lapangan Gasibu, dirinya agak bingung dengan kebijakan Dedi Mulyadi.
"Jang naon sih digabung-gabung? (buat apa?), fasilitas enggak kenapa-kenapa, enggak rusak, enggak ada masalah, malah dibongkar. Kan jadi suuzan cuma buat proyekan doang," kata Eva saat ditemui di Lapangan Gasibu, Senin (20/4).
Menurutnya, tidak ada urgensi dari rencana penggabungan Gedung Sate - Lapangan Gasibu - Jalan Diponegoro. Dia pun saat berlari di Gasibu, tidak melihat ada hal yang perlu diubah dari penataan kawasan Pemprov Jabar itu.
"Sebagai masyarakat yang sering ke Gasibu, aku nggak melihat urgensinya. Dipisah pun (Lapangan Gasibu dan Gedung Sate), warga tetap nyaman olahraga di Gasibu," ujarnya.








































