jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan menguat 21 poin atau 0,12 persen pada Senin sore (20/4).
Kurs rupiah menjadi Rp 17.168 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.189 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi faktor stabilisasi jangka pendek.
"Penguatan rupiah ke Rp 17.168 terjadi di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang masih cenderung memberikan tekanan, tetpi diimbangi oleh faktor stabilisasi jangka pendek," kata Amru. di Jakarta, Senin.
Menurut Amru, pelaku pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan tetap berfokus pada stabilitas, dengan kecenderungan mempertahankan suku bunga acuan serta mengoptimalkan intervensi di pasar valas.
Dia berpendapat komitmen BI dalam menjaga nilai tukar, didukung oleh cadangan devisa yang cukup kuat, turut menjaga kepercayaan investor.
Selain itu, lanjutnya, aksi ambil untung terhadap dolar AS oleh pelaku pasar domestik juga memberikan dorongan penguatan secara teknikal.
Adapun sisi eksternal, tekanan disebut masih datang dari penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik.








































