jpnn.com - ?Cerdas – cermat 4 Pilar MPR – RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) beberapa minggu lalu viral di media sosial.
Viralnya pelaksanaan cerdas cermat tersebut bukan karena kemeriahan atau kemegahan acaranya yang dilaksanakan oleh MPR RI, tetapi keputusan juri yang arogan, jauh dari semangat meritokrasi, menghianati nilai-nilai Pancasila, yakni nilai musyawarah mufakat dan keadilan sosial.
Juri lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR RI seharusnya menjadi penjaga muruah konstitusi, kompetisi yang fair; legitimasi keadilan dan kejujuran.
?Perjuangan Josepha Alexandra Cs, peserta lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR, siswa salah satu SMA di Pontianak untuk mencari keadilan, menegakkan kebenaran, disampaikan dengan santun kepada dewan juri, hendak menegaskan kembali bahwa keadilan dan kebenaran harus diperjuangkan.
Perjuangan Josepha Alexandra merajut kembali nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dan persatuan mendapat dukungan dari pimpinan DPR, bahkan Ibu Wakil Presiden serta ribuan netizen di media sosial.
Ternyata nilai-nilai Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab, kebijaksanaan dan persatuan Indonesia lebih hidup di tengah-tengah masyarakat dari pada dalam acara-acara resmi dan besar seperti lomba diskusi 4 Pilar Kebangsaan MPR.
Peringatan 1 Juni 1945 sebagai hari kelahiran Pancasila, sesuai Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, mengajak segenap komponen bangsa berkomitmen untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai bentuk implementasi Pancasila dalam tindakan.
Peringatan hari kelahiran Pancasila sebagai Dasar Negara hendak menegaskan kepada kita: apakah setelah 81 tahun lahirnya Pancasila sudah menghidupi nilai-nilai Pancasila menjadi roh dan jiwa bangsa Indonesia khususnya bagi penyelenggara negara dalam menjalankan tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara?







































