Mensos: Sekolah Rakyat Komitmen Presiden Prabowo Membuka Akses Pendidikan bagi Fakir Miskin

1 hour ago 17

 Sekolah Rakyat Komitmen Presiden Prabowo Membuka Akses Pendidikan bagi Fakir Miskin

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Wisuda ke-10 UAG University & Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 di Jakarta, Rabu (9/9). Fot: Dokumentasi Kemensos.

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan kehadiran Sekolah Rakyats merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin dan anak-anak yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh pembangunan.

Menurut Mensos Saifullah, Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi keluarga yang berada pada kelompok paling tidak mampu, termasuk mereka yang belum mendapatkan kesempatan layak dalam proses pembangunan.

“Sekolah Rakyat ini adalah sekolah yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang belum beruntung, dan keluarga yang prasejahtera,” ujar Mensos Saifullah saat menghadiri Wisuda ke-10 UAG University & Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 di Jakarta, Rabu (9/9).

Dia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school. Dengan sistem tersebut, peserta didik mendapatkan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung negara.  “Jadi, Sekolah Rakyat itu boarding school, pendidikannya 24 jam, semua ditanggung oleh negara. Inilah cara negara, cara Presiden Prabowo memelihara fakir miskin dan anak-anak yang terlantar,” katanya. 

Dia mencontohkan kondisi keluarga yang bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Ada keluarga yang tidak mampu menebus ijazah anaknya hingga keluarga yang harus bersyukur ketika dapat makan dua kali sehari. Mereka bahkan seringkali hanya makan satu kali sehari. Potret-potret seperti inilah yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo.

“Keluarga inilah yang disebut Bapak Presiden sebagai the invisible people. Penderitaannya tidak nampak oleh kita, tidak nampak oleh negara, tidak nampak di dalam sistem pendataan, dan luput dari perhatian pembangunan,” imbuhnya. 

Menurut dia, keberpihakan kepada kelompok tersebut juga merupakan amanat konstitusi. Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Saifullah mengakui selama puluhan tahun perhatian terhadap kelompok masyarakat paling bawah belum sepenuhnya dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat bukti komitmen Presiden Prabowo membuka akses pendidikan bagi fakir miskin

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |