jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina International Shipping (PIS) turut mengambil bagian dalam upaya menjaga keberlangsungan ekosistem laut, khususnya perlindungan terhadap hiu paus.
Terlebih, hiu paus saat ini menghadapi berbagai ancaman, termasuk risiko tabrakan dengan kapal di jalur pelayaran. Spesies yang berstatus Terancam Punah (Endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) ini tercatat mengalami penurunan populasi global lebih dari 50 persen.
Sebagai perusahaan yang aktivitas bisnisnya sangat dekat dengan laut, PIS memandang keberlanjutan pelayaran perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati di dalamnya.
“PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ujar Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita.
Menurut Vega, konservasi hiu paus merupakan contoh bagaimana dunia usaha dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan lingkungan melalui kolaborasi dan inovasi.
Dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, PIS memaparkan pendekatan yang dilakukan bersama NGO Konservasi Indonesia untuk mendukung perlindungan hiu paus sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan satellite tag pada hiu paus untuk memahami pola pergerakan dan habitat penting spesies tersebut.
Data yang diperoleh memungkinkan para peneliti mengidentifikasi area dengan potensi interaksi tinggi antara kapal dan hiu paus, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
















































