jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut empat peneliti yang diduga terlibat kasus riset palsu di forum internasional, lulusan sebuah universitas negeri.
Hal demikian disampaikan Brian setelah hadir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).
"Semua yang terduga melakukan pelanggaran, ini lulusan dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta, red)," kata dia, Selasa.
Menurutnya, pihak Kemendiktisaintek segera menyelidiki kasus riset palsu dan mendapati empat terduga pelaku bukan dosen atau peneliti di Indonesia.
"Ternyata tidak ada yang dosen dan peneliti," ujar Brian.
Dia melanjutkan hasil penyelidikan Kemendiktisaintek menyatakan motif pelaku terlibat riset palsu demi mendapatkan travel grant atau perjalanan gratis ke luar negeri (LN) dari konferensi berbasis riset.
"Jadi, memang cukup kuat saat ini dugaan bahwa mereka ingin memanfaatkan travel grant ke luar negeri, tetapi tentu, ini memiliki atau sangat bermasalah dari sisi etik dan integritas," lanjut Brian.
Dia menuturkan kasus riset palsu yang melibatkan WNU pada akhirnya merusak kredibilitas penelitian di Indonesia.







































