jpnn.com, MANGGARAI TIMUR - Puluhan mahasiswa KKN Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin) dari berbagai daerah dan kampus memilih bertahan di Manggarai Timur, Flores meski gempa baru-baru ini mengguncang pulau di Nusa Tenggara Timur tersebut.
Para mahasiswa tersebut berasal dari STPM ENDE, Uniflor Ende, STKIP Citra Bakti Ngada , Stiper Flores Bajawa, Unika St. Paulus Ruteng, Muhammadiyah Bima, Unipa Maumere, IFTK Ledalero, INF Nagegekeo.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut sedang menjalankan KKN di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Manggarai Timur saat gempa magnitudo 7,7 Sr mengguncang Flores.
Para mahasiswa bertahan tak pulang ke kampung halaman masing-masing dan membantu warga setempat yang menjadi korban gempa.
Aldo Meze salah satu dari mahasiswa KKN tersebut mengatakan warga Desa Sisir korban gempa belum mendapat bantuan dari pemerintah. Oleh karena itu, para mahasiswa berinisiatif untuk menggalang bantuan bagi warga di desa dengan 865 KK tersebut.
"Sampai dengan saat ini, sekali lagi kami di desa ini belum ada bantuan dari Pemda Manggarai Timur. Belum ada bantuan dari Pemda Manggarai Timur, belum tersentuh di desa ini.Kami harap lewat suara-suara kami ini, pemerintah bisa secepatnya membantu masyarakat di Desa Sisir. Desa Sisir ini juga mengalami kerusakan yang cukup parah dari gempa pada tanggal 15 kemarin," ujar Aldo pada JPNN.
Menurut Aldo, bantuan untuk warga korban gempa di Desa Sisir baru datang dari Flores, media lokal yang membuka donasi dari publik untuk warga. Selain itu, bantuan juga datang dari Hand International, lembaga internasional.









































