jpnn.com - COTABATO CITY - Kepolisian menyatakan jumlah korban tewas dalam serangan bersenjata di Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro di Mindanao (SGA-BARMM), Filipina, Selasa (2/6) pagi, bertambah menjadi empat orang setelah dua korban luka meninggal dunia di rumah sakit.
Juru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro Kapten Steffi Salanguit di Cotabato City, Rabu (3/6), mengatakan keduanya diidentifikasi sebagai Romeo Lombo dan seorang remaja pria berusia 17 tahun.
Salanguit menjelaskan dua orang tewas pertama bernama Musalik Balang (45) dan Haron Boliongan (35) setelah diserang pada Selasa pukul 08:00 waktu setempat oleh gerombolan bersenjata di Barangay Malingao, Kadayangan.
"Sementara itu, sebanyak empat korban luka masih di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Kapten Steffi Salanguit dalam wawancara radio.
Kepolisian menduga penembakan dipicu akibat perselisihan terkait transaksi narkoba ilegal antara para korban yang seluruhnya adalah warga Barangay Malingao dengan sejumlah pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi. "Sekitar delapan orang tiba di desa itu, dan tanpa ancaman menembak ke arah para korban," jelas Salanguit.
Dia menambahkan aparat desa dan warga setempat menyampaikan ke penyidik bahwa lokasi perkara diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba, sehingga insiden tersebut diindikasikan berkaitan dengan aktivitas terlarang itu.
Sementara itu, dalam wawancara radio terpisah, Wali Kota Kadayangan Duma Mascud mengatakan para tersangka menumpang kendaraan pribadi dan tiba di Desa Malingao sesaat sebelum pukul 08:00 waktu setempat.
"Sebanyak tiga orang turun dari kendaraan dan menembaki warga sipil dengan motif yang masih ditelusuri," kata Mascud.







































