jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan informasi menyesatkan terkait total investasi era Prabowo Subianto selama 1,5 tahun sebagai hasil diplomasi luar negeri Kepala Negara.
Hal demikian disampaikan Guntur menyikapi pernyataan Teddy yang bilang total investasi Rp2.430 triliun di Indonesia sebagai hasil diplomasi luar negeri Prabowo.
Mulanya, Guntur mengaku sepakat total investasi di Indonesia selama 1,5 tahun era pemerintahan Prabowo mencapai Rp2.430 triliun.
"Sampai di sini, Teddy benar," kata dia melalui X akun @GunRomli seperti dikutip Selasa (2/6).
Namun, kata Guntur, Teddy menyampaikan informasi sesat ketika mengungkit investasi di Indonesia hasil diplomasi.
Sebab, kata dia, sebanyak 52,6 persen dari total investasi Rp2.430 triliun atau sekitar Rp1.279,1 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sementara itu, Penanaman Modal Asing atau PMA hanya 47,4 persen dari Rp2.430 triliun atau sekitar Rp1.150,9 triliun.
"PMA, hanya Rp1.150,9 triliun. Alias 47,4 persen, bahkan sepanjang 2025, PMA hampir stagnan," ujar Guntur.







































