jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kekeringan di Jawa Tengah (Jateng) pada musim kemarau tahun ini meluas. Sebanyak 30 daerah dari 35 kabupatan/ kota di Jateng menjadi sasaran penyaluran air bersih.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Muhammad Chomsul menyebut distribusi air bersih telah menjangkau 250 kecamatan dan 747 desa. Total air bersih yang disalurkan mencapai 36.235.000 liter dan telah melayani 1.182.023 jiwa.
“Untuk dampak kekeringan di wilayah Jawa Tengah, saat ini memang sudah tercatat dari 35 kabupaten/kota, ada 30 daerah yang terdampak di situ dilakukan dropping air bersih,” kata Chomsul kepada JPNN.com, Selasa (8/9).
Menurutnya, Kabupaten Klaten menjadi salah satu wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak, terutama Kecamatan Kemalang yang berada di lereng Gunung Merapi.
“Di situ memang banyak mendapatkan dukungan dropping air bersih diambil dari sumber di wilayahnya oleh BPBD maupun CSR-CSR yang membantu. Kemudian disusul Pemalang, dan Sragen,” katanya.
Sementara itu, lima daerah di Jateng tercatat belum terdampak kekeringan, yakni Kota Magelang, Karanganyar, Batang, Kota Tegal, dan Kota Pekalongan.
Chomsul mengatakan penanganan kekeringan telah dilakukan melalui penetapan status siaga darurat hingga tanggap darurat di sejumlah daerah.
“Sejauh ini, yang sudah menetapkan status siaga darurat, bahkan sampai tanggap darurat mencapai 26 kabupaten/ kota untuk operasi pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak,” katanya.













































