jpnn.com, JAKARTA - PT Waskita Karya bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai beberapa waktu lalu.
Salah satunya dengan melaksanakan tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km), yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.
Adapun lingkup kerja Waskita pada LRT Jakarta Fase 1B mencakup integrasi sipil, rel, sistem, dan operasi.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan perseroan terus mempercepat pengerjaannya supaya bisa segera dimanfaatkan publik, realisasi pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut sudah menembus 93,07 persen.
"Dalam proses pengerjaan, tantangan utama yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja, kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari," ujar Paulus.
Dalam pelaksanaan tes jalur lintasan, lanjut dia, salah satu area yang dilintasi yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.
Oleh karena itu demi menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol itu agar tidak terganggu selama masa konstruksi, Waskita berinovasi menggunakan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter (m).
"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tutur Paulus.







































