Jejak Hubungan Indonesia-Uzbekistan dari Jalur Sutra, Wali Songo hingga Makam Imam Bukhari

5 hours ago 11

Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, Dosen Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Direktur Eksekutif Cakramandala Institute

Jejak Hubungan Indonesia-Uzbekistan dari Jalur Sutra, Wali Songo hingga Makam Imam Bukhari

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, Dosen Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Direktur Eksekutif Cakramandala Institute. Foto: source for jpnn

jpnn.com - Jejak Penyebaran Islam dari Samarkand hingga Tanah Jawa

Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan merupakan salah satu benang merah paling menarik dalam sejarah peradaban Islam.

Jauh sebelum saluran diplomatik formal ada, kedua negara ini terhubung melalui Jalur Sutra kuno, bukan hanya sebagai jalur perdagangan tetapi juga sebagai saluran untuk penyebaran dakwah, pertukaran ilmiah dan kebudayaan.

Keterkaitan historis ini terwujud paling jelas dalam hubungan silsilah antara ulama Asia Tengah dan Wali Songo, sembilan orang suci yang dihormati dan berjasa menyebarkan Islam di seluruh Jawa.

Tokoh sentral dalam narasi ini adalah Maulana Ibrahim Asmoroqondi juga dikenal sebagai Syeikh Ibrahim as-Samarqandi, yang namanya menunjukkan asal-usulnya di Samarkand salah satu kota tertua di Uzbekistan. Seperti yang dicatat oleh cendekiawan Usarov Sirojiddin Rakhmatullaevich, “Penyebaran Islam ke kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh ulama Asia Tengah yang melakukan perjalanan di sepanjang jaringan perdagangan Jalur Sutra” (Rakhmatullaevich, 2025).

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Ibrahim Asmoroqondi melakukan perjalanan dari Samarkand ke Kerajaan Champa sebelum tiba di Tanah jawa pada akhir abad ke-14. Disana ia menikahi Dewi Candrawulan, saudara perempuan Raja Champa, dan memiliki putra Raden Rahmatullah yang kemudian dikenal sebagai Sunan Ampel, salah satu Wali Songo yang paling berpengaruh. Melalui Sunan Ampel, garis keturunan berlanjut ke Sunan Bonang dan Sunan Drajat yang menjadikan Syekh Asmoroqondi sebagai leluhur Wali Songo yang secara fundamental membentuk Islam Jawa.

Hubungan ini menunjukkan bagaimana tradisi intelektual Asia Tengah yang dibentuk oleh para ulama seperti Imam Bukhari, Imam Tirmidzi dan Imam Maturidi, menemukan lahan subur di kepulauan Nusantara. Professor B.B. Jakhongirov menekankan bahwa para ulama ini menciptakan landasan epistemologis bersama yang kemudian akan memfasilitasi keterlibatan budaya dan diplomasi yang lebih dalam antara kedua negara (Jakhongirov, 2025).

Jalur Sutra sebagai Penghubung Nusantara

Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan merupakan salah satu benang merah paling menarik dalam sejarah peradaban Islam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |