jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaini menilai revisi Undang-Undang Pemilu harus menjadi momentum penting untuk perbaikan mendasar terhadap sistem demokrasi dan politik nasional.
Menurut Jazuli, tujuan utama pemilu tidak boleh hanya dipahami sebagai mekanisme pergantian kekuasaan secara periodik, tetapi harus mampu menghasilkan kepemimpinan nasional yang berkualitas dan berjiwa negarawan.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan pemilu harus menjadi instrumen memperkuat demokrasi, representasi rakyat, dan melahirkan pemimpin-pemimpin berkompeten, berintegritas, serta berkualitas.
"Kita membutuhkan lebih banyak negarawan yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju, adil, dan sejahtera," ujar Jazuli, Selasa (2/6).
Jazuli menilai Indonesia membutuhkan sistem politik yang mampu mendorong lahirnya pemimpin yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas pribadi maupun kelompok.
"Bangsa ini membutuhkan politisi pemimpin yang telah selesai dengan dirinya, memiliki visi kebangsaan yang kuat, dan mampu mengabdikan seluruh energi serta pikirannya untuk kemajuan Indonesia," paparnya.
Anggota DPR Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa reformasi politik telah berjalan hampir tiga dekade.
Namun, katanya, transformasi sistem politik dan ketatanegaraan yang berlangsung selama ini masih perlu dievaluasi secara mendalam untuk memastikan arah pembangunan nasional makin kuat dan efektif.







































