jpnn.com - Setelah sukses membangun Cimory, Chicken Nugget, dan Liquid Egg, kini Bambang Sutantio masuk ke Jamu Jago. Itu bukan atas kemauan Bambang sendiri.
Ia mengaku tidak tahu dunia per-jamu-an, tetapi bersimpati kepada anak-anak muda yang datang kepadanya. Mereka adalah generasi keempat perusahaan Jamu Jago, jamu tertua di Indonesia setelah Jamu Iboe dari Surabaya.

Di antara generasi keempat Jamu Jago hanya tiga yang tinggal di Indonesia. Mereka itulah yang bertekad membangkitkan kembali kejayaan jamu cap Jago yang sudah melegenda itu.
Mereka sudah berusaha bangkit. Kisah sukses Sido Muncul dengan Tolak Angin dan Kuku Bima-nya membuat mereka berpikir mengapa Jamu Jago tidak melakukan modernisasi.
Mereka tahu: Sido Muncul telah lebih dulu bangkit dengan modernisasi pabriknya: menjadi selevel dengan pabrik farmasi. Sido Muncul tetap jamu, tetapi berkelas farmasi.
Generasi keempat itu lantas membeli tanah luas di Bawen, selatan Semarang. Di lokasi pabrik lamanya tidak boleh lagi ada industri. Tanah di situ juga sudah terlalu mahal untuk sebuah pabrik.
Di Bawen itulah dibangun pabrik baru. Modern. Mesin-mesinnya pun baru.

.jpeg)





































