jpnn.com, JAKARTA - Ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta diwarnai suasana haru mendalam saat majelis hakim membacakan vonis kasus pembunuhan berencana kepala cabang bank berinisial MIP, 37.
Istri korban, Puspita Aulia, tampak terus menangis dan berzikir di barisan depan kursi pengunjung selama persidangan berlangsung.
Keluarga korban yang hadir, termasuk istri korban, mertua, dan sejumlah kerabat dekat, tampak tidak kuasa menahan kesedihan selama jalannya persidangan.
Sejak sidang dimulai, istri MIP yakni Puspita Aulia terlihat duduk di deretan kursi depan pengunjung bersama keluarga.
Dengan wajah tegar, tetapi penuh duka, dia beberapa kali menundukkan kepala sambil berzikir dan memanjatkan doa ketika majelis hakim mulai membacakan pertimbangan hukum dan putusan terhadap para terdakwa.
Tangan istri korban tampak terus bergerak dan sesekali membasuh pipi dan matanya yang penuh air mata dengan tisu. Di tengah pembacaan vonis yang berlangsung cukup lama, air mata beberapa kali mengalir di pipinya.
Terlihat sang istri berusaha tetap tenang sambil terus berdoa dan mengikuti jalannya sidang hingga selesai.
Istri dan mertua korban (MIP) beberapa kali saling berpegangan tangan sebagai bentuk dukungan satu sama lain di tengah beratnya persidangan yang mereka jalani selama beberapa bulan terakhir.







































