jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2026 mencapai 0,28 persen secara bulanan atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengungkapkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar bulanan Mei dengan andil inflasi 0,12 persen.
Andil inflasi terbesar kelompok makanan dan minuman berasal dari cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras.
Cabai merah tercatat memberikan andil inflasi terbesar dengan 0,08 persen, sedangkan minyak goreng sebesar 0,04 persen.
"Tomat dan beras masing-masing menyumbang 0,03 persen dan 0,02 persen,” ungkap Pudji pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
Sementara itu, kelompok transportasi mengambil andil inflasi 0,07 persen, dengan kenaikan harga rata-rata (tingkat inflasi) kelompok sebesar 0,61 persen.
Pudji menambahkan pada kelompok transportasi, komoditas yang dominan mendorong inflasi yakni bensin dan tarif angkutan udara.
"Dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen," imbuhnya.







































