jatim.jpnn.com, SAMPANG - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Sri Sapto (39), anak buah kapal (ABK) MT Kusuma 1 yang dilaporkan jatuh di perairan utara Sampang, Madura resmi dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (2/6).
Keputusan ini diambil karena hingga operasi berakhir, korban belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan penghentian pencarian dilakukan sesuai prosedur karena tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian.
“Pencarian dihentikan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan dan kurang efektifnya pencarian setelah perluasan perkiraan lokasi sesuai SAR Map Prediction,” ujar Nanang.
Selama operasi hari ketujuh, pihak keluarga korban turut serta melakukan pemantauan langsung di atas KN SAR 249 Permadi saat proses penyisiran di perairan utara Sampang.
Keluarga didampingi personel rescuer Kantor SAR Surabaya sejak kapal bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya.
Selama tujuh hari operasi, berbagai unsur turut terlibat dalam pencarian, di antaranya Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Sumenep, KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, BPBD Gresik, SROP Surabaya, SROP Bawean, SROP Kalianget, SROP Masalembu, VTS Surabaya, Pos Kamladu Gresik, UPP Kelas III Bawean, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil pemeriksaan awal, Sri Sapto diduga jatuh ke laut dari sisi gang way sebelah kiri kapal saat MT Kusuma 1 melintas di perairan utara Sampang. Lokasi kejadian berada di koordinat 06? 34,839° LS dan 113? 10,066° BT.




































