jateng.jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Ahmad Luthfi secara tegas menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama membangun Jawa Tengah (Jateng).
Luthfi mengaku sudah sejak lama menggandeng para kiai, tokoh NU, dan warga nahdliyin untuk melakukan kerja-kerja bersama. Bahkan, kerja sama itu dilakukan jauh sebelum menjadi Gubernur Jateng.
Pun pada saat menahkoadai Jateng bersama Wakil Gubernur Taj Yasin, kerja sama itu semakin dipererat. Apalagi, banyak warga yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.
Kerja sama yang bisa dilakukan di antaranya penguatan peran ulama, pemahaman kepada masyarakat, menjaga stabilitas sosial, menumbuhkan perekonomian masyarakat, dan lainnya.
Menurut eks Kapolda Jateng itu, sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar, NU yang di dalamnya terdapat para kiai maupun santri memiliki peran sentral dalam membentuk karakter.
"Saya bersama Gus Yasin senang, mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus diuri-uri (dilestarikan, red). Berbagai tokoh beda profesi bisa kumpul dengan semangat bersama,” katanya saat menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang pada Minggu (19/4).
Sementara itu, Ketua PWNU Jateng Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan warga NU tersebar dalam berbagai macam profesi. Maka komunikasi lintas sektoral di antara nahdliyin sangat penting. Jumlah warga NU di Jateng terbanyak kedua setelah Jawa Timur.
"Tantangan yang harus diselesaikan itu banyak sekali. Maka menyatulah. Semakin besar, semakin rukun, dan bermanfaat bagi nahdliyin dan masyarakat secara umum," ujarnya. (ink/jpnn)





































