jpnn.com, JAKARTA - Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI) menggelar kegiatan sosial bertajuk “AMRI Peduli: Membangun Ekosistem Pesisir yang Edukatif, Inovatif, dan Berkelanjutan” di kawasan Taman Anak Pesisir Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (19/4).
Kegiatan ini menjadi bagian nyata kontribusi AMRI dalam memperkuat literasi masyarakat pesisir sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan program sekolah rakyat.
Rangkaian kegiatan meliputi peresmian Perpustakaan AMRI, pembagian alat tulis dan fasilitas pendidikan seperti meja dan papan tulis, kegiatan mengajar oleh kader AMRI, makan bersama masyarakat pesisir, serta pembagian jaring udang, ikan, dan kepiting bagi nelayan setempat.
Program ini dirancang sebagai intervensi terpadu, tidak hanya menyasar pendidikan anak-anak pesisir, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga nelayan.
Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Muhammad Nazaruddin menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PRI dan AMRI dalam mendukung agenda besar pemerintah di bidang literasi dan pemerataan pendidikan.
“Pembangunan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Apa yang dilakukan AMRI di Cilincing ini adalah contoh konkret bagaimana gerakan masyarakat bisa bersinergi dengan negara, terutama dalam memperkuat literasi dan menghadirkan akses belajar bagi anak-anak di wilayah pesisir. Ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam mendorong hadirnya sekolah rakyat sebagai solusi pendidikan inklusif,” ujar Nazaruddin.
Sementara itu, Ketua Umum AMRI Davon Arjunaidi menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan meski dirinya saat ini berada di Chicago, Amerika Serikat. Dia menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan sosial berbasis kader.
“AMRI harus menjadi pelopor gerakan anak muda yang tidak hanya responsif, tetapi juga solutif. Program AMRI Peduli ini adalah langkah awal membangun ekosistem pesisir yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga cerdas secara intelektual. Literasi adalah kunci, dan kami ingin memastikan bahwa anak-anak pesisir memiliki akses yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan,” ungkap Davon.








































