jpnn.com - RIYADH - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam keras berlanjutnya aksi penyusupan pemukim ekstremis ke kawasan Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan pasukan pendudukan Israel. Para pemukim itu juga melakukan pengibaran bendera Israel di halaman kompleks tersebut.
Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi, praktik-praktik provokatif semacam itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan berbagai resolusi legitimasi internasional yang relevan.
Dia juga menekankan kembali penolakan tegas negara-negara anggota GCC terhadap seluruh langkah yang dilakukan pasukan pendudukan Israel yang bertujuan mengubah status historis dan hukum yang berlaku di Yerusalem serta situs-situs suci Islam di kota tersebut.
Menurut dia, pelanggaran yang terus berlanjut itu berpotensi memicu ketegangan dan ketidakstabilan yang lebih besar di kawasan, serta merusak peluang tercapainya perdamaian.
Albudaiwi kembali menegaskan solidaritas penuh negara-negara anggota GCC terhadap rakyat Palestina serta dukungan yang teguh terhadap hak-hak sah mereka.
Hak-hak tersebut, katanya, terutama mencakup pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai dengan resolusi-resolusi legitimasi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab. (antara/jpnn)







































