jpnn.com - DI tengah keramaian Bandung yang hampir tak pernah terlelap, terdapat kebun Bumi Herbal Dago yang bertengger anggun di ketinggian 1.200 hingga 1.350 meter di atas permukaan laut.
Lokasinya berada di Jalan Bukit Pakar Utara, Kampung Negla, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung. Di sanalah sehamparan bumi bersemayam, merangkul ribuan warisan alam Nusantara.
Bumi Herbal Dago bukan sekadar ladang hijau yang memanjakan mata dengan hijaunya perbukitan dan derasnya aliran angin sejuk dari hamparan hutan lindung Tahura Djuanda.
Lebih dari itu, tempat ini adalah sebuah laboratorium hidup yang menyuguhkan kekayaan hayati.
Hamparan lahan seluas tujuh hektare ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 400 jenis tanaman herbal. Mulai dari jati belanda, rosella, pegagan, kunyit, hingga tanaman eksotis lain seperti lavender dan chamomile.
Dari Secangkir Teh dan Pasar Tradisional
Perjalanan panjang bumi yang kini menjadi tempat berteduh bagi ratusan tanaman obat ini, bermula dari kecintaan seorang perempuan bernama Santhi Hendarwati Serad.
Berlatar belakang ilmuwan makanan lulusan Curtin University, Perth, Australia, Santhi memiliki obsesi mendalam terhadap kuliner dan tanaman obat tradisional.
"Saya tumbuh dengan acara minum teh pagi sambil berkumpul di meja makan," ujar Santhi.

















































