jpnn.com - JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan membuka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026. BPDP meningkatkan kuota penerima beasiswa secara signifikan menjadi 5.000 orang. "Peningkatan ini komitmen kami untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda Indonesia," kata Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah di Jakarta baru-baru ini.
Program beasiswa tahun ini mencakup jenjang pendidikan diploma (vokasi) dan sarjana (S1) yang menyasar keluarga pekebun serta pekerja perkebunan. Pendaftaran resmi dibuka pada hari ini, 3 Juni 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di sektor perkebunan kelapa sawit. Adapun penyelenggaraan Beasiswa SDM Sawit 2026 merupakan hasil kolaborasi antara BPDP, Kementerian Pertanian, dan lembaga pendidikan terpilih. Sinergi itu bertujuan memastikan tersedianya tenaga kerja perkebunan profesional dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan.
Menurut Alfansyah, program ini mendapat dukungan dari 42 lembaga pendidikan mitra tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 2025, inisiatif pengembangan SDM tersebut telah memberikan manfaat kepada 13.265 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. "Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada," imbuhnya. Dia menjelaskan bahwa industri sawit tidak hanya berkontribusi terhadap ekonomi nasional, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan pendidikan.
Direktur Politeknik CWE Nugroho Kristono menyampaikan sinergi antara dunia pendidikan dan industri, bagian penting dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Program ini hadir mendukung generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan pemahaman kuat terhadap industri perkebunan modern. "Bersama seluruh perguruan tinggi, mitra BPDP berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing," kata Nugroho.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Iim Mucharam mengatakan pengembangan SDM bagian dari fondasi utama keberlanjutan industri nasional. Dia memandang regenerasi talenta harus dipersiapkan sejak dini karena tantangan industri yang semakin kompleks. Program ini dinilai dapat menjadi langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia. "Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas," ujar Iim. (mcr31/jpnn)







































