bali.jpnn.com, LAMPUNG - Marcos Santos langsung mencari kambing hitam seusai Arema FC menelan kekalahan dari tuan rumah Bhayangkara FC pada laga pekan ke-25 Super League 2025-2026 di Stadion Pemuda, Lampung, kemarin (10/3) malam.
Pelatih berkebangsaan Brasil itu langsung menunjuk wasit berkebangsaan Jepang, Yudai Yamamoto sebagai tertuduh.
Menurut Marcos Santos, kekalahan Arema FC atas Bhayangkara FC tidak lepas dari serangkaian keputusan pengadil lapangan yang dianggap sangat merugikan skuad Singo Edan.
Puncaknya, Arema FC harus menyudahi laga dengan kondisi pincang setelah dipaksa bermain hanya dengan sembilan pemain.
Sebelum Bhayangkara FC mencetak gol kemenangan melalui titik putih yang dicetak Moussa Sidibe menit ke-88, Arema FC kehilangan dua pemain setelah diganjar kartu merah oleh wasit Yudai Yamamoto.
Pablo Oliviera mendapat kartu merah pada menit akhir babak pertama, tepatnya menit ke-45 + 8, sementara striker Dalverto Luan terpaksa keluar lapangan setelah menerima kartu yang sama menit ke-70.
"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit.
Bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi karena kepemimpinan wasit yang merusak jalannya laga," ujar Marcos Santos seusai pertandingan dengan nada kecewa.





































