jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), investor mengambil sikap wait and see.
Hal itu berdampak pada kurs rupiah pada Rabu pagi (22/8).
Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 42 poin atau 0,13 persen.
Mata uang Garuda menjadi Rp 17.930 per dolar AS (USD) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.888 per USD.
“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.850 per USD–17.975 per USD, seiring pelaku pasar menantikan hasil keputusan kebijakan moneter,” ucap Josua di Jakarta, Rabu.
Kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75 persen sejak September 2025.
Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.
Melalui RDG BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per USD.









































