jpnn.com - PANDEGLANG – Hasil pemantauan visual menggunakan teropong belum ada tanda penemuan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung.
Demikian dikatakan Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad terkait perkembangan proses pencarian lima jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak.
Amrad mengatakan tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah sempat turun ke pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.
Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum bisa dilakukan karena PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan, yakni masuk radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana bisa masuk ke situ. Dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kami lakukan supaya bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.
Amrad menambahkan, Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka, tetapi belum bisa maksimal karena wilayah masih tertutup asap.
"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.
Ia menegaskan, Basarnas tetap mengacu pada informasi dari BMKG dan PVMBG terkait perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan untuk keselamatan proses pencarian.


















.jpeg)





























