jpnn.com, JAKARTA - Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan di tengah berbagai aspirasi terkait realisasi investasi yang terkesan lambat dan manfaatnya bagi masyarakat.
Sejumlah kepala desa di Kecamatan Ajibata menilai pengembangan kawasan tersebut belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar.
Di tengah dinamika itu, sejumlah capaian mulai terlihat. Direksi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyebut pengembangan destinasi berskala besar seperti Danau Toba membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.
“Pembangunan destinasi tidak bisa hanya diukur dari percepatan investasi jangka pendek. Infrastruktur, regulasi kerja sama, kesiapan masyarakat, serta positioning destinasi menjadi kunci,” ujar Direktur Pemasaran Wahyu Dito.
Dari sisi investasi, sejumlah komitmen telah berjalan meski sebagian masih dalam perencanaan. Beberapa investor yang terlibat antara lain Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, serta NIMO Group.
Selain itu, investasi di sektor pendukung seperti amenitas, penginapan, dan ekosistem pariwisata lokal mulai tumbuh secara bertahap.
Salah satu kendala utama di lapangan adalah terbatasnya jangka waktu kerja sama investasi yang saat ini hanya Bangun Guna Serah 30 tahun. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam menarik investor.
BPODT menyatakan telah mengusulkan revisi regulasi yang dinilai menghambat tersebut.








































