jpnn.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyatakan skema perebutan atau war tiket haji masih sekadar wacana.
Oleh karena itu, dia meminta jemaah yang sudah mengantre bertahun-tahun untuk bisa berhaji tidak perlu takut.
"Itu masih wacana. Jadi, jemaah enggak perlu takutlah nanti, ‘Saya sudah antre sepuluh tahun, kok dihanguskan?’ Enggak, enggak. Tidak ada," kata Menhaj Irfan saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dia menjelaskan wacana war tiket haji merupakan upaya yang diusulkan pihaknya untuk memangkas antrean jemaah calon haji (JCH) Indonesia yang dinilai terlalu panjang.
Namun, wacana itu menurutnya masih dalam tahap pembicaraan.
"Kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini," katanya.
Menurut Menhaj Gus Irfan, wacana war tiket haji membutuhkan pembahasan yang panjang dengan pemangku kepentingan (stakeholder), terutama dari Komisi VIII DPR RI, pelaku bisnis haji, dan jemaah itu sendiri.
"Banyak hal, banyak stakeholder yang harus kita bicarakan; dan ini bukan keputusan dalam waktu sebulan-dua bulan, ini pasti butuh waktu panjang," tuturnya.








































