jpnn.com, JAKARTA - Memperingati hari jadi ke-55, Combiphar, melakukan edukasi atas pentingnya menjaga kecukupan zat besi. Melalui brand Maltofer. Kampanye edukatif tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan zat besi.
"Zat besi mampu mendukung fungsi kognitif dan produktivitas di setiap tahap kehidupan," kata Senior General Manager Marketing PT Combiphar, Debi Widianti, Selasa (14/4).
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait defisiensi zat besi.
Prevalensi anemia tercatat mencapai 23,8% pada anak usia 0-4 tahun, 16,3% pada usia 5-14 tahun, dan 18,0% pada kelompok perempuan.
Di tingkat global, WHO mencatat sekitar 37% ibu hamil mengalami anemia, di mana sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi.
"Kekurangan zat besi yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menghambat kemampuan kognitif, seperti fokus dan daya ingat, serta mengganggu potensi tumbuh kembang anak," ungkapnya.
Dalam kampanye ini, Maltofer memperkenalkan keunggulan formulasi Iron Polymaltose Complex (IPC). Berbeda dengan garam besi konvensional, IPC merupakan zat besi unik dengan mekanisme pelepasan terkendali yang diserap sesuai kebutuhan tubuh.
Debi Widianti, menjelaskan bahwa Maltofer memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna. Produk ini menawarkan profil efek samping saluran cerna yang lebih rendah, seperti berkurangnya risiko konstipasi, mual, dan muntah.








































