jpnn.com, SIDOARJO - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional saat ini mencapai 5,3 juta ton.
Menurut dia, di tengah ancaman krisis pangan global dan gangguan iklim yang melanda sejumlah negara stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Amran menyebut pemerintah bahkan menargetkan stok beras nasional meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan ini.
“Alhamdulillah hari ini RI mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Amran saat Gudang Sewa BULOG di Komplek Pergudangan Bumi Maspion, Jalan Romokalisari, Kota Surabaya, Rabu (13/5).
Amran menyebut capaian tersebut menjadi bukti ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga saat banyak negara menghadapi tekanan pangan dan energi global.
“Di saat krisis pangan global maupun energi, Indonesia sekarang surplus pangan, khususnya beras,” ujarnya.
Amran menyebut peningkatan stok beras nasional tidak lepas dari naiknya produksi pangan dalam negeri. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton.
Angka tersebut, lanjut Amran, juga diperkuat data lembaga internasional seperti FAO dan United States Department of Agriculture (USDA), “Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian. Data dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34,6 juta ton,” ujarnya.











































