jpnn.com - Peneliti senior Citra Institute Efriza menyoroti fenomena ayah dan anak yang berhasil meraih suara signifikan di daerah pemilihan (Dapil) yang sama, seperti kasus Adies Kadir dan putrinya, Adela Kanasya Adies.
Menurut Efriza, hal ini menunjukkan beberapa "hal miris" yang dilakukan Partai Golkar.
"Jika melihat kenyataan dari Adies dan Adela anaknya, menunjukkan beberapa hal miris yang dilakukan oleh Partai Golkar," ujar Efriza kepada JPNN.com, Rabu (13/5).
Pertama, ia menyoroti pengabaian Partai Golkar terhadap prinsip keadilan dalam berkompetisi.
"Ini menunjukkan Partai Golkar lebih prioritas potensi kemenangan di pemilihan umum legislatif semata tetapi mengabaikan keragaman dalam pemilihan," tegas Efriza.
Kedua, lanjutnya, ini juga menunjukkan kelemahan Partai Golkar dalam memenuhi affirmative action untuk calon anggota legislatif dari perempuan.
"Dengan bukti yang memperlihatkan terjadinya politik kekerabatan, terindikasi yang diajukan memang legislator perempuan yang berasal dari politik kekerabatan atau dinasti politik," papar Efriza.
Ketiga, Efriza menilai kasus Adies-Adela menunjukkan adanya pola penguasaan daerah pemilihan dengan mengabaikan model demokratis.











































