jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menilai pembentukan pemimpin masa depan Indonesia tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Generasi muda juga perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai persoalan pembangunan di masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto dalam acara Tanoto Foundation Fellowship Programme Cohort 2025 Graduation di Jakarta.
Menurut Didik, pengalaman di lapangan diperlukan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu memahami persoalan masyarakat dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru kita bisa memulainya dari gerakan-gerakan lokal yang dampaknya sangat nyata, dari titik paling kecil di sekitar kita,” kata Didik, Senin (14/9).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan 10 Tanoto Fellow Cohort 2025 yang telah menyelesaikan penugasan selama satu tahun.
Selama program berlangsung, para peserta terlibat dalam sejumlah proyek pendidikan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Program yang dijalankan antara lain berkaitan dengan penguatan literasi dan numerasi, pendidikan anak usia dini, serta pengembangan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks lokal.
















































