jpnn.com - Menata kekayaan negara secara Proper di tengah sempitnya ruang fiskal Danantara harus menjadi instrumen untuk mengubah kekayaan negara menjadi sumber pembiayaan pembangunan jangka panjang, bukan sekadar kendaraan investasi dan bukan pula jalan pintas untuk menghindari keterbatasan fiskal.
Ketika ruang fiskal negara semakin terbatas sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat, negara membutuhkan cara baru untuk mengelola kekayaan yang dimilikinya.
Pilihannya tidak cukup hanya memperbesar penerimaan pajak atau menambah utang.
Negara juga harus mampu mengoptimalkan aset, modal dan kekayaan yang telah dimiliki, sehingga menghasilkan nilai ekonomi baru secara berkelanjutan.
Dalam konteks inilah kehadiran BPI Danantara menjadi sangat strategis.
Danantara tidak seharusnya dipahami semata-mata sebagai sebuah lembaga investasi atau kumpulan perusahaan negara.
Lebih jauh dari itu, Danantara harus ditempatkan sebagai bagian dari arsitektur pengelolaan kekayaan negara dalam jangka panjang: Bagaimana aset negara yang tersebar dan berpotensi menghasilkan nilai dapat dikelola secara profesional, produktif, terukur dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.
Gagasan mengenai Sovereign Wealth Fund atau SWF sendiri berkembang di berbagai negara sebagai instrumen untuk mengelola kekayaan nasional, membiayai investasi strategis, membangun infrastruktur, melakukan diversifikasi ekonomi dan menyiapkan sumber kekayaan bagi generasi mendatang.
















































