jpnn.com - PT Surya Hutani Jaya (SHJ) meningkatkan patroli malam di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Regu Pemadam Kebakaran (RPK) juga ditempatkan di lapangan selama 24 jam untuk memperkuat deteksi dini dan mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Patroli malam dilakukan secara rutin sejak Agustus 2026. Di lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi, personel RPK menerapkan sistem mandah dengan tinggal sementara di tenda yang didirikan di sekitar kawasan yang dipantau.
Head of Department Fire Operation Management PT Surya Hutani Jaya Muhamad Yulinarto mengatakan penempatan personel di lapangan bertujuan memperpendek waktu respons jika ditemukan titik api atau indikasi kebakaran.
“Di wilayah PT SHJ yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, tim RPK melakukan mandah atau tinggal di tenda dan bersiaga selama 24 jam. Selama Agustus, kegiatan ini dilakukan satu bulan penuh di area-area yang kami identifikasi rawan,” kata Yulinarto dalam keterangan resminya, Senin (14/9).
Menurut dia, pemantauan tetap dilakukan pada malam hari. Personel memanfaatkan lokasi yang lebih tinggi untuk mengawasi wilayah dengan jangkauan yang lebih luas.
“Setiap malam tim melakukan patroli. Dari dataran yang lebih tinggi, personel melakukan pengamatan untuk memastikan tidak ada api yang menyala. Dalam kondisi malam, keberadaan cahaya atau api juga lebih mudah terlihat sehingga apabila ada indikasi kebakaran dapat segera dilakukan pengecekan,” ujarnya.
Yulinarto mengatakan pola pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya mendeteksi kebakaran sedini mungkin. Keberadaan personel di dekat kawasan rawan dinilai dapat mempercepat pengecekan dan penanganan awal sebelum api berkembang.
Menurutnya, patroli selama 24 jam juga membutuhkan kedisiplinan personel karena pengawasan harus dilakukan secara konsisten, termasuk pada malam hari.
















































