jpnn.com, JAKARTA - Perumda Pembangunan Sarana Jaya melaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Rencana Aksi Tindak Lanjut Diagnostic Performance Review (DPR) dan Perjanjian Kinerja Business Continuity Plan (BCP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan tata kelola, serta membangun ketahanan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, menegaskan bahwa penandatanganan komitmen bersama ini merupakan tonggak penting dalam memastikan hasil Diagnostic Performance Review tidak berhenti pada tahap evaluasi, tetapi diwujudkan melalui implementasi yang terukur sebagai bagian dari transformasi perusahaan.
"Komitmen yang ditandatangani pada hari ini mencakup enam fokus penguatan bisnis yang telah diterjemahkan ke dalam 20 strategi dan 274 rencana aksi. Komitmen ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bentuk akuntabilitas Direksi dan seluruh jajaran perusahaan untuk melaksanakan pembenahan secara nyata dan konsisten. Kami berkomitmen untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari penguatan transformasi menuju Sarana Jaya yang semakin sehat, profesional, adaptif, dan berkelanjutan," ujar Bernard Yohanes melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7).
Dirinya mengungkapkan, melalui penandatanganan Komitmen Bersama Rencana Aksi Diagnostic Performance Review dan Perjanjian Kinerja Business Continuity Plan, Sarana Jaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efektivitas organisasi, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan setiap rekomendasi hasil evaluasi dapat diimplementasikan secara optimal.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mewujudkan BUMD yang profesional, adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan Jakarta serta pelayanan kepada masyarakat.
Diketahui bahwa, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat beserta jajaran, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Ketua Dewan Pengawas beserta jajaran dan Direktur Utama beserta jajaran Direksi Perumda Dharma Jaya, jajaran Direksi Perumda Pembangunan Sarana Jaya, serta para General Manager dan Kepala Divisi BUMD.
Adapun Diagnostic Performance Review merupakan program evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) Provinsi DKI Jakarta dengan menunjuk EY Indonesia sebagai konsultan independen.
Evaluasi ini dilakukan secara komprehensif terhadap aspek bisnis, operasional, tata kelola, organisasi, dan keuangan perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta peluang perbaikan.





































