jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Perkembangan teknologi kedokteran terus mendorong perubahan dalam penanganan berbagai masalah tulang belakang.
Salah satunya melalui penerapan robotic navigation yang membantu dokter melakukan operasi dengan perencanaan dan panduan tindakan yang lebih presisi.
Teknologi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi bertajuk 'Penanganan Terkini Problem Tulang Belakang dengan Navigasi Robotic' yang digelar RS Premier Bintaro' di Bandung.
Orthopaedic Spine Surgeon RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine), menjelaskan tulang belakang merupakan struktur kompleks yang tidak hanya terdiri atas tulang, tetapi juga melibatkan sendi, diskus, ligamen, serta struktur saraf.
Menurut dia, berbagai kondisi dapat memengaruhi tulang belakang, mulai penyakit degeneratif, deformitas, trauma, hingga kondisi lain yang pada kasus tertentu membutuhkan tindakan pembedahan.
"Problem tulang belakang itu sangat kompleks. Bukan hanya tulangnya, tetapi ada diskus, sendi, ligamen, dan saraf yang harus diperhatikan. Karena itu, penanganannya membutuhkan perencanaan yang baik dan akurasi dalam setiap tahap tindakan," kata dr. Asrafi, Selasa (22/9/2026).
Seiring bertambahnya usia, keluhan pada tulang belakang juga dapat berkembang.
Awalnya, pasien mungkin hanya mengalami nyeri punggung yang datang dan pergi. Namun, pada sebagian kasus, keluhan dapat berkembang menjadi nyeri kronis hingga nyeri yang menjalar.














































