jpnn.com - BENGKULU - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan pesan untuk para ASN PNS dan PPPK di lingkup pemda setempat, terkait pengunaan media sosial (medsos).
Dia meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk bijak dan tidak memamerkan kekayaan atau flexing dalam menggunakan medsos.
"ASN wajib menjaga etika, integritas, dan profesionalisme, serta memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menyampaikan informasi dan konten positif yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Dedy di Bengkulu, Selasa (15/9).
Dikatakan, ASN baik PNS maupun PPPK merupakan bagian dari pemerintah yang tentunya menjadi perhatian masyarakat.
"Karena itu, saya mengimbau agar dalam bermedia sosial kita harus bijak, jangan sampai membuat konten yang justru menimbulkan persoalan," katanya.
Ia mengatakan hal tersebut dilakukan sebab ASN ataupun PPPK merupakan bagian dari pemerintah yang aktivitasnya turut menjadi perhatian publik, sehingga setiap unggahan di medsos perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan maupun memberikan dampak negatif terhadap citra pemerintah.
"Silakan tampilkan kegiatan-kegiatan positif, termasuk kegiatan dan kinerja di OPD masing-masing, supaya masyarakat juga bisa melihat apa saja yang sudah dikerjakan oleh pemerintah," ujarnya.
Dedy mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kota untuk memanfaatkan medsos sebagai ajak promosi serta aktivitas pelayanan kepada masyarakat.


















.jpeg)




























