jpnn.com - JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 di China. WorldSkills Competition ke-48 berlangsung di Shanghai 22-27 September 2026, mempertemukan lebih 1.400 kompetitor dari 70 negara dan wilayah yang berkompetisi dalam 64 bidang keterampilan.
Fajar mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi itu menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan talenta vokasi nasional di tingkat dunia. “Ini bentuk dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk memastikan delegasi bisa berlaga sebaik mungkin,” kata Wamen Fajar, Selasa (15/9).
Menurut dia, WorldSkills merupakan salah satu ajang kompetisi keterampilan vokasi paling bergengsi di dunia, yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara dengan kemampuan terbaik pada bidang keahlian masing-masing. “Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan memiliki talenta-talenta terbaik yang tidak kalah dengan negara lain,” ujarnya.
Dia berharap kontingen Indonesia mampu meningkatkan prestasi yang diraih pada WorldSkills Competition 2024 di Lyon, Perancis, yang kala itu meraih dua medali emas, satu medali perak, serta dua Medallion for Excellence. Namun, Fajar melanjutkan, keberhasilan kontingen Indonesia di Shanghai nantinya tidak hanya diukur dari jumlah medali. “Tentu tidak hanya dilihat dari raihan medali yang didapat, tetapi juga dampak yang dibawa oleh kontingen setelah kembali ke Tanah Air,” kata Fajar.
Dia berharap para peserta dapat mempelajari praktik-praktik terbaik setelah berhadapan langsung dengan talenta vokasi dari berbagai negara. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat arah pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Ajang di Shanghai ini menjadi salah satu jendela untuk melihat perkembangan teknologi ataupun keterampilan di masa depan,” ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan peserta yang dikirim ke Shanghai telah melewati proses seleksi dan pembinaan yang panjang.
Para kompetitor antara lain berasal dari talenta yang sebelumnya mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) hingga tingkat nasional. Sebagian dari mereka kini telah bekerja di industri. Adapun sebagian lainnya melanjutkan pendidikan di politeknik.
“Mereka dahulunya siswa SMK, kemudian mengikuti Lomba Kompetensi Siswa. Dari para pemenang ini, sebagian sudah bekerja di industri dan ada juga yang melanjutkan kuliah di politeknik,” kata Tatang.

















.jpeg)





























