jpnn.com, NGADA - PT Permodalan Nasional Madani (PMN) mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera di Kabupaten Ngada, Ngada, melalui pengembangan klasterisasi usaha berbasis komoditas pala.
Program tersebut menjadi bagian dari sinergi PNM bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam yang dimiliki perempuan di pedesaan.
Kabupaten Ngada dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas pala yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Namun, sebagian besar hasil panen pala masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif terbatas.
Padahal, komoditas pala memiliki peluang pasar yang luas apabila diolah menjadi produk bernilai tambah dengan kualitas yang lebih baik dan kemasan yang menarik.
Direktur Utama PNM Kindaris, mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.
"Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada," ujar Kindaris dalam keterangannya, Rabu (13/5).
Melalui program ini, perempuan pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, memperoleh pendampingan untuk memperkuat kapasitas usaha.











































