Kemendiktisaintek Dorong Tempe Indonesia Tembus Pasar Global

4 hours ago 20

Kemendiktisaintek Dorong Tempe Indonesia Tembus Pasar Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi publik “Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan” di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9). Foto Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong pengembangan tempe dari pangan sehari-hari menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu menembus pasar global melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi dengan industri.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengatakan pengembangan tempe membutuhkan inovasi mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga keterlibatan industri yang mampu menyerap dan memasarkan produk ke pasar ekspor.

“Tempe yang selama ini dikenal sebagai makanan rakyat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui riset, inovasi pengemasan, serta pengembangan industri. Kita tinggal mencari off-taker industri yang mampu memproduksi tempe kelas ekspor,” kata Fauzan dalam diskusi publik “Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan” di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9).

Menurut dia, pengembangan tersebut sejalan dengan konsep Dikti Saintek Berdampak yang mendorong hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

Salah satu upaya tersebut dilakukan tim periset Universitas Indonesia (UI) melalui Program Bestari Saintek dengan pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tim mengembangkan inovasi ragi tempe menggunakan kombinasi sejumlah spesies Rhizopus.

Penelitian dilakukan melalui pendekatan living lab, yakni pengujian inovasi dalam kondisi nyata dengan melibatkan umpan balik pengguna sebagai bagian dari proses pengembangan.

Periset Bestari Saintek sekaligus akademisi UI Prof. Wellyzar Sjamsuridzal mengatakan riset ragi tempe tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memahami, menjaga, dan memanfaatkan biodiversitas mikroba Indonesia.

“Ragi tempe merupakan bagian penting dari upaya memanfaatkan biodiversitas Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan. Melalui riset dan kolaborasi, keragaman mikroorganisme dapat dikembangkan secara bertanggung jawab menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemendiktisaintek mendorong tempe Indonesia menembus pasar global melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi dengan industri

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |