jpnn.com, JAKARTA - Nutrition Reviews (2026) menemukan adanya hubungan positif antara pola makan dengan kemampuan kognitif dan prestasi akademik pada anak usia sekolah.
Perkembangan kognitif mencakup berbagai kemampuan seperti perhatian, memori, penalaran, dan pemecahan masalah yang mendukung kesiapan anak dalam belajar dan berkembang.
Berangkat dari pentingnya memahami fondasi perkembangan anak, Bebelac hadir di Ideafest 2026 melalui talkshow bertajuk “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential”, yang mengajak orang tua memahami bagaimana perkembangan kognitif anak terbentuk dan didukung dalam kesehariannya.
Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan melalui diskusi ini, Bebelac mengajak orang tua melihat lebih jauh bagaimana nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna, stimulasi, dan kesiapan biologis dapat saling mendukung dalam membantu Si Kecil siap belajar dan berkembang.
Di balik kemampuan anak untuk belajar dan berkembang, terdapat berbagai proses yang saling berkaitan.
“Nutrisi yang tepat mendukung kesehatan saluran cerna, sementara kondisi saluran cerna yang baik membantu tubuh menyerap nutrisi,” ungkap dr. Ray, Sabtu (5/9).
Menurut dia, ketika kebutuhan tersebut terpenuhi dan anak mendapatkan stimulasi yang sesuai, berbagai kemampuan kognitif seperti perhatian, memori, penalaran, dan pemecahan masalah dapat terus berkembang melalui pengalaman sehari-hari.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk melihat perkembangan kognitif secara menyeluruh.















































