jpnn.com, JAKARTA - Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) terjebak di Selat Hormuz di tengah adanya konflik antara Iran versus Israel-Amerika Serikat (AS).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tersebut.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil dikutip Jumat (6/2).
Bahlil mengaku dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia.
Pasalnya, Indonesia sudah mencari alternatif energi dari Amerika Serikat dan Venezuela.
“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, Insyaallah aman,” ucap Bahlil.
Selain itu, Bahlil menyebut Pertamina telah memastikan keselamatan awak kapal yang terjrbak di Selat Hormuz tersebut.
Terpisah, Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk, yakni Kapal Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan Kapal Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.










































