Pengamat Nilai Wajar Gibran Dikritik Seusai ke Papua: Cuma Pencitraan

5 hours ago 15

 Cuma Pencitraan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Wapres RI Gibran hanya ingin mencari pencitraan ketika berkunjung ke Papua pada 20-22 April. Foto: Romensy Augustino/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai wajar publik di Papua Tengah mengkritik kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ke Bumi Cenderawasih pada 20-22 April 2026 lalu.

Sebab, kata dia, kunjungan Gibran yang terlihat di publik sebatas membagikan buku, kental muatan pencitraan dibandingkan membahas isu substansial.

"Saya mencermati kunjungan Gibran bagi-bagi buku dan pencitraan. Tidak ada dampak apa-apa, saya pikir kritikan yang sudah tepat," kata Pangi melalui layanan pesan, Jumat (24/4).

Menurut Pangi, masyarakat Papua mungkin melihat kunjungan Gibran hanya menghabiskan uang bagi kegiatan seremonial semata, sehingga layak dikritik.

"Uang negara habis untuk kunjungan yang tak bardampak. Hanya demi seromonial. Bayangkan pergi ke Papua, berapa uang negara habis hanya untuk bagi buku," ungkap dia.

Pangi melanjutkan langkah Gibran yang pencitraan ingin membangun Papua, tak lepas dari praktik politik Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengatakan Jokowi sebagai ayah Gibran ketika berkunjung ke Papua untuk kepentingan pemilihan dan pencitraan. 

"Sepuluh tahun hasil kunjungan Jokowi enggak ada yang subtansial dan tidak ada hasil mengatasi masalah krusial yang selama ini dialami masyarakat Papua," ujarnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Wapres RI Gibran hanya ingin mencari pencitraan ketika berkunjung ke Papua pada 20-22 April.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |