jpnn.com, JAKARTA - Para pencetus bahan bakar nabati dari jerami, BOBIBOS kembali menghadiri rapat teknis dengan Kementerian ESDM, Kamis (23/4).
Dalam rapat yang berlangsung tertutup itu, pihak BOBIBOS dan ESDM bicara tentang teknis pengujian.
Founder BOBIBOS M Iklas Thamrin mengatakan, proses pengujian akan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang. Untuk tahap awal, dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Iklas menjelaskan uji lab Lemigas akan pengujian menentukan karakter bahan bakar, sebelum masuk ke tahap pengujian lanjutan.
"Dalam tahap awal, pengujian akan mencakup berbagai aspek penting, seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas," kata Iklas usai pertemuan di Kementerian ESDM.
Selain itu, pengujian juga mencakup performa bahan bakar, termasuk uji emisi gas buang, daya tahan mesin, pembentukan deposit hasil pembakaran, serta penilaian komponen mesin.
Dalam proses awal, Lemigas akan melakukan pengambilan sampel BOBIBOS dengan standar ketat.
Pengambilan dilakukan dari tanki penyimpanan pada beberapa titik, menggunakan wadah khusus yang telah tersertifikasi, disertai pelabelan dan berita acara pemeriksaan.








































