Insiden Perlintasan Rel Kereta Api, SDCI: Tak Hanya Soal Teknis, Tetapi Juga Perilaku

7 hours ago 20

 Tak Hanya Soal Teknis, Tetapi Juga Perilaku

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tangkapan layar - Warga melihat commuter line (KRL) jurusan Cikarang yang menabrak kendaraan roda empat yang mogok di perlintasan kereta api dekat stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (ANTARA/video warga/aa.)

jpnn.com, JAKARTA - Perlintasan sebidang kerap menjadi titik rawan di jalan raya. Bukan semata soal teknis kendaraan, melainkan bagaimana pengemudi bersikap di ruang yang menuntut kewaspadaan ekstra.

Di sitlah etika berkendara seharusnya berbicara lebih lantang atau menjadi perhatian utama pengendara.

Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai persoalan mendasar di perlintasan rel justru terletak pada perilaku pengemudi.

Dia menyoroti kebiasaan menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan sebagai pelanggaran serius yang masih kerap terjadi.

Pernyataan itu mengemuka menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan taksi listrik dengan kereta di Bekasi, Jawa Barat.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Namun, menurut Sony, terlalu dini jika langsung menyimpulkan bahwa insiden dipicu faktor teknis, seperti gangguan kelistrikan atau roda selip di atas rel.

“Yang perlu dibenahi adalah cara berkendara saat melintasi rel. Jangan memaksakan diri ketika kondisi sudah tidak aman,” ujarnya.

Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai persoalan mendasar di perlintasan rel justru terletak pada perilaku pengemudi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |