jateng.jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan sedang menyiapkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai pusat industri padat karya di Indonesia. Bahkan, Luthfi menyebut akan membangun pelabuhan-pelabuhan baru untuk mendukung langkah tersebut.
Langkah itu dilakukan seiring upaya menjadikan Jateng sebagai pusat industri padat karya baru yang akan menampung relokasi dari Vietnam.
“Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” kata Luthfi saat menyambut kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI) di kantornya, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (1/7).
Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta dukungan BKSAP DPR RI untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkuat infrastruktur logistik, guna meningkatkan daya saing investasi.
Menurutnya, peluang tersebut perlu dikawal bersama, termasuk melalui jejaring diplomasi parlemen yang dimiliki BKSAP DPR RI.
Selain investasi, Luthfi menilai persoalan logistik menjadi tantangan berikutnya. Dia menyebut kebutuhan logistik kontainer nasional mencapai sekitar 10 juta per tahun, dengan sekitar 7 juta di antaranya berasal dari Jateng.
Namun, baru sekitar 30 persen arus kontainer Jateng yang dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sedangkan sekitar 70 persen lainnya masih bergantung pada pelabuhan di Jawa Timur dan Jakarta
Oleh karena itu, dia mendorong agar dilakukan percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.





































